Jumat, 27 September 2013

Materia Medika dan Terapi

                                                                                                                                                                  bab . Sedativ  
Definisi

Sedatif adalah obat yang menimbulkan depresi ringan susunan saraf pusat (SSP) dan tidak sampai menyebabkan tidur, hanya menjadi lebih tenang karena kepekaan korteks serebri berkurang (Ganiswarna,1981).

Sedatif berfungsi menurunkan aktivitas, mengurangi ketegangan, dan menenangkan penggunanya. Keadaan sedasi juga merupakan efek samping dari banyak obat yang khasiat utamanya tidak menekan SSP, misalnya antikolinergika (Tjay, 2002).

Suatu bahan sedatif (anxiolytic) yang efektif harus dapat mengurangi rasa cemas dan mempunyai efek menenangkan dengan sedikit atau tanpa efek terhadap fungsi-fungsi mental dan motoris. Derajat depresi sistem saraf pusat yang disebabkan oleh suatu sedative harus minimum dengan konsentrasi efikasi terapeutik (Katzung, 2002).

Hipnotika atau obat tidur adalah zat-zat yang dalam dosis terapi diperuntukkan meningkatkan keinginan faali untuk tidur dan mempermudah atau menyebabkan tidur. Lazimnya obat ini diberikan pada malam hari. Bilamana zat-zat ini diberikan pada siang hari dalam dosis yang lebih rendah untuk tujuan menenangkan, maka dinamakan sedative (obat-obat pereda). Oleh karena itu, tidak ada perbedaan yang tajam antara kedua kelompok obat ini (Tjay, 2002).

Sedative berkhasiat menekan SSP. Bila digunakan dalam dosis yang meningkat, suatu sedativum, misalnya fenobarbital, akan menimbulkan efek berturut-turut peredaan, tidur, dan pembiusan total (anastesi); sedangkan dosis yang lebih besar lagi; koma, depresi pernapasan, dan kematian. Bila diberikan berulang kali untuk jangka waktu yang lama, senyawa ini lazimnya menimbulkan ketergantungan dan ketagihan (Tjay, 2002).

Pengobatan masalah-masalah tidur

Keluhan insomnia meliputi variasi yang luas dari masalah tidur yang termasuk kesulitan memulai tidur, sering terjaga, tidur terlalu singkat, dan tidur yang tidak membuat tubuh menjadi segar. Insomnia merupakan keluhan serius yang memerlukan evaluasi yang hati-hati untuk mengetahui penyebabnya (organis, psikologis, situasional, dan lain-lain) yang kemungkinan dapat ditangani tanpa obat-obat sedatif. Pengobatan nonfarmakologis yang kadang-kadang berguna, termasuk diet dan latihan yang tepat, menghindari stimulan sebelum tidur, memastikan tempat tidur yang nyaman, dan istirahat yang teratur setiap malam.

Penggolongan Obat-obat Sedatif (Tjay, 2002) :

§     Barbiturat : fenobarbital, butobarbital, suklobarb, dan lain-lain. Penggunaannya sebagai sedative-hipnotika kini praktis sudah ditinggalkan berhubung adanya zat-zat benzodiaepin.
§     Benzodiaepin : temazepam, nitrazepam, flurazepam, dan flunitrazepam: triazolam, estazolam, dan midazolam.
Meski benzodiazepine telah dipilih sebagai bahan untuk menangani sebagian besar keadaan kecemasan dan insomnia, efek farmakologisnya yang meliputi sedasi dan rasa kantuk pada siang hari, depresi sinergistik dari sistem saraf pusat dengan onat-obat lain (terutama alkohol), kemungkinan kebergantungan psikologis dan fisiologis akibat penggunaan yang berulang kali. Obat-obat anticemas yang bekerja melalui sistem non-GABA-ergik mungkin kurang memilki kecenderungan ketergantungan obat. Beberapa nonbenzodiazepin baru, termasuk buspirone, memiliki karakteristik tersebut (Katzung, 2002).

Selain obat-obat sintesis ataupun pengobatan nonfarmakologis yang telah disebutkan diatas, sedatif juga dapat diatasi dengan pengobatan secara tradisional yaitu dengan menggunakan tumbuhan-tumbuhan obat. Adapun tumbuh-tumbuhan obat yang dimaksud antara lain sebagai berikut :

Bawang Putih (Allium sativum) (MMI, 1995)

Simplisia : Allii Sativi Bulbus

Bawang putih mengandung Tanin < 1% minyak atsiri, dialilsulfida, aliin, alisin, enzim aliinase, vitamin A, B, dan C.

Standardisasi simplisia :

Kadar Abu : Tidak lebih dari 3%
KAdar abu yang tak larut dalam asam : Tidak lebih dari 1%
Kadar sari yang larut dalam air : Tidak kurang dari 5%
Kadar sari yang larut dalam etanol : Tidak kurang dari 4%.

Ki Saat (Valeriana officinalis) (Hariana, 2007)

Simplisia : Valerianae Herba

Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam ki saat diantaranya minyak atsiri yang berisi ester borneol (campuran asam valerianat, butirat, asetat, dan formiat), terpen, dipenten, terpinoel, bonilalkohol, alkaloida-alkaloida katinina, dan valerianina, zat penyamak, lemak serta abu.

Cara penggunaan

Gelisah : Tumbuk sedikit akar kisaat, lalu tambahkan air minum secukupnya. Saring air, lalu minum sekaligus satu kali sehari.

Lamtoro (Leucaena glauca) (Hariana, 2007)

Simplisia : Leucaena Folium, Leucaena Semen

Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam daun lamtoro diantaranya protein, lemak, kalsium, fosfor, besi, serta vitamin (A, B1, dan C). Bijinya mengandung mimosin, leukanin, protein, dan leukanol.

Cara penggunaan

Susah tidur karena gelisah. Rebus 10 g seluruh tumbuhan lamtoro dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Minum sekaligus satu kali sehari saat hangat.

Lenglengan (Indigofera tinctora) (Hariana, 2007)

Simplisia : Indigoferae Folium

Daun lenglengan mengandung saponin, flavonoid, tannin, dan minyak atsiri.

Cara penggunaan

Gelisah : Cuci bersih 1 lembar daun lenglengan segar, giling halus, lalu tambahkan 1 cangkir air bersih. Basahi handuk kecil dengan menggunakan air daun lenglengan tersebut untuk mengompres kepala tiga kali sehari.

Sukar tidur : Cuci bersih 15 g daun lenglengan segar, lalu rebus dengan 2 gelas air selama 15 menit. Setelah dingin saring  air rebusan, lalu bagi menjadi 2 bagian untuk diminum pagi dan sore hari.

Sukar tidur dan rasa gelisah (untuk isi bantal : Masukkan daun lenglengan kering ke dalam bantal. Gunakan bantal daun lenglengan untuk tidur seperti menggunakan bantal biasa.

Kangkung (Ipomoea aquatica) (Dalimartha, 2006)

Simplisia : Ipomoeae aquatica Herba (Herba kangkung)

Kangkung mengandung protein, mineral (kalsium, fosfor, besi), Vitamin (A, B1, C, karoten), hentriakontan, dan sitosterol.

Cara penggunaan

Sulit tidur : Cuci batang dan daun kangkung. Rebus dan makan sebagai lalapan. Bisa juga ditumis dan dimakan bersama nasi pada waktu makan malam.

Melati (Jasminum sambac) (Hariana, 2007)

Simplisia : Jasmini Herba

Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam melati diantaranya asam format, asam asetat, asam benzoat, linalol, asam salisilat, benzyl linalol ester, metyl linalool ester, benzyl alcohol, indol, metyl anthranilate, sesquerterpene, sesquertenalkohol, phytol, isophytal, phytilasetat, hexenil benzoate, metyl palmitat, methyl linoleat, geranine linaloal, jasmon, dan livalylasetat.

Cara penggunaan

Susah tidur : Cuci bersih 1-1,5 g akar melati segar, giling, lalu tambahkan ½ cangkir air matang. Saring airnya, lalu minum sekaligus satu kali sehari.

Pala (Myristica fragrans) (Hariana, 2007)

Simplisia : Myristica Herba

Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam pala diantaranya saponin, polifenol, flavonoid, dan minyak terbang.

Cara penggunaan

Susah tidur (insomnia) : Cuci bersih 5 g biji pala, 10 butir biji teratai, dan 5 butir biji angco yang telah dibuang kulitnya. Rebus semua bahan dengan 600 ml air sampai tersisa 300 ml. Minum sekaligus satu kali sehari saat hangat, sedangkan biji teratai dan angconya dapat dimakan.

Sawi Langit (Vernonia cinerea) (Hariana, 2006)

Simplisia: Vernoniae Herba

Cara penggunaan

Insomnia : Cuci bersih 10-15 g tanaman kering (setara dengan 50 g tanaman segar). Rebus tanaman dengan 4 gelas air sampai mendidih dan tersisa 2 gelas. Saring hasil rebusan setelah dingin. Minum ramuan itu 2 kali sehari, masing-masing 1 gelas.

Umyung (Gynura aurantiaca) (Hariana, 2006)

Simplisia : Gynurae folium
Kandungan kimia umyung sudah diketahui antara lain saponin, flavonoida, dan polifenol.

Cara penggunaan

Penenang : Sepuluh gram daun segar dicuci bersih, lalu ditumbuk sampai lumat. Tempelkan di dahi.

Kayu Putih (Melaleuca leucadendron) (Hariana, 2007)

Simplisia : Melaleuca kortex

Kayu putih mengandung lignin, melaleucin, serta minyak atsiri yang terdiri dari sineol 50-65%, alpha-terpineol, valeraldehida, dan benzaldehida.

Cara penggunaan

Insomnia : Potong-potong 9 g kulit kayu putih kering lalu rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring air rebusannya lalu minum dua kali sehari masing-masing ½ gelas.

Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius) (Dalimartha, 2006)

Simplisia : Pandanis Folium (Daun Pandan)

Daun Pandan mengandung alkaloida, saponin, flavonoida, tannin, polifenol, dan zat warna.

Cara penggunaan

Gelisah : Daun pandan segar sebanyak 2 lembar dicuci lalu diiris tipis-tipis. Seduh dengan segelas air panas. Setelah dingin disaring, minum sekaligus. Lakukan 2-3 kali sehari, sampai tenang.

Kubis Bunga (Brassica oleracea) (Dalimartha, 2006)

Simplisia : Brassica botrytis Flos (Kubis bunga)

Kubis bunga mengandung air, protein, lemak, karbohidrat, serat, kalsium, fosfor, besi, natrium, kalium, Vitamin (A,C, serta sejumlah kecil tiamin, riboflavin, dan niacin). Selain itu, juga mengandung senyawa sianohidroksibutena (CHB), sulforafan, dan iberin.

Cara penggunaan  

Gelisah : Kubis bunga dapat dimakan langsung sebagai lalap rebus.
Putri Malu (Mimosa pudica) (Dalimartha, 2006)

Simplisia:  Mimosae pudicae Herba (Herba putri malu)

Kandungan kimia tannin, mimosin, dan asam pipekolinat

Cara penggunaan

Sulit tidur :  Cuci 30 g herba putri malu segar, lalu rebus dalam 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum sebelum tidur.
Sediakan bahan segar herba putrid malu dan sawi langit (masing-masing 15 g), dan 30 g calincing segar (Oxalis corniculata L.). Cuci bahan-bahan, lalu rebus dalam 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum sebelum tidur.

Asam (Tamarindus indica) (Dalimartha, 2006)

Simplisia : Tamarindi Folium (Daun asam)

Daun mengandung sitexin, isovitexin, orientin, isoorientin, 1-malic acid, tannin, glukosida, dan peroksidase.

Cara penggunaan

Sulit tidur : Keringkan daun asam dan digunakan untuk mengisi bantal. Sewaktu tidur, gunakan bantal daun asam tadi sebagai bantal kepala.

Bunga Pagoda (Clerodendrum japonicum) (Dalimartha, 2006)

Simplisia :

Clerodendri japonica Radix (Akar bunga pagoda), Clerodendri japonici flos (Bunga pagoda).

Bahan kimia yang terkandung dalam tumbuhan bunga pagoda belum banyak diketahui (Hariana, 2006)

Cara penggunaan

Susah tidur : Keringkan akar atau bunga pagoda secukupnya, lalu giling untuk dijadikan serbuk. Ambil satu sendok the serbuk tadi, lalu masukkan ke dalam satu sedoki arak manis. Aduk rata, lalu minum sekaligus pada malam hari menjelang tidur (Dalimartha, 2006).

Susah tidur (insomnia) :  Rebus 30-90 g akar kering dan 15 g jahe dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring air rebusannya, lalu minum 2 kali sehari masing-masing setengah gelas (Hariana, 2006).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar